Aparat Gabungan Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Aparat Gabungan Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Tondano - Pengamanan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di wilayah Minahasa terus dipersiapkan. Kolaborasi personil di jajaran Polres Minahasa dan Kodim 1302 jadi ujung tombak untuk membendung potensi terjadinya aksi demo yang berujung anarkisme.


Persiapan pengamanan itu terlihat dalam simulasi penanganan kerusuhan di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa, Kamis (7/2). Simulasi ini memperagakan puluhan massa salah satu calon peserta Pemilu saat melakukan aksi unjuk rasa. Kelompok yang marah melakukan aksi anarkis dengan menyerang secara membabi buta aparat kepolisian yang sedang berjaga di depan Kantor KPU Minahasa.

Konsep yang digunakan dalam simulasi ini yaitu kemarahan massa dipicu rasa tak puas saat penghitungan suara dan penetapan calon peserta Pemilu. Mereka meminta pihak KPU Minahasa untuk melakukan penghitungan ulang.

Sebelum aksi anarkis oleh salah satu pendukung calon, tim negosiator dan dalmas yang dilengkapi dengan alat pengamanan lengkap terlebih dahulu menenangkan massa agar tidak melakukan aksi anarkis. Namun situasi semakin tak terkendali lantaran pendukung melakukan pelemparan menggunakan batu, botol serta membakar ban di depan kantor KPU.

Dalam simulasi diperagakan tindakan Polres Minahasa yang langsung meminta bantuan aparat TNI di jajaran Kodim 1302 Minahasa. Aparat gabungan kemudian mendorong massa serta menembakan water canon untuk memadamkan api dari pembakaran ban karet. 


Setelah tim anti unjuk rasa anarkis melakukan penindakan kepada massa, akhirnya mereka membubarkan dengan sendirinya. Selanjutnya tim kesehatan Polres Minahasa langsung melakukan pertolongan kepada para korban.

"Simulasi ini kita lakukan sebagai persiapan bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada pelaksanaan Pemilu, khususnya saat hari penghitungan suara dan penetapan calon," jelas Wakapolres Minahasa Kompol Alkat Karow yang mengawasi langsung simulasi tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Slamet Raharjo yang juga turut menyaksikan simulasi mengatakan bahwa latihan kali ini merupakan aplikasi dari kegiatan latihan dril teknik dan dril Taktis yang sebelumnya dilaksanakan prajuritnya di Makodim. "Saya harap melalui latihan ini seluruh prajurit Kodim dapat memahami setiap tahapan-tahapan yang akan dilakukan apabila terjadi kerusuhan dan unjuk rasa saat penyelenggaraan pemilu nanti," ujarnya.


Simulasi ini tampak turut disaksikan sejumlah perwira di jajaran Polres dan Kodim Minahasa, serta pihak KPU dan Bawaslu. (vidi)

Berita lainnya

Komentar

Close
Close