MINAHASA BAGIAN DARI PERTARUHAN BESAR PILKADA DAN PEMILU INDONESIA 2018-2019

MINAHASA BAGIAN DARI PERTARUHAN BESAR PILKADA DAN PEMILU INDONESIA 2018-2019

Arief Budiman Minta KPU Minahasa Buktikan Pilkada Kredibel dan Aman

 

Tondano - Tahun 2018 dan 2019 menjadi pertaruhan besar KPU, apakah mau dan mampu membuktikan bahwa Pemilu Indonesia menjadi lebih baik.  Hal ini diungkapkan Ketua KPU RI Arief Budiman saat menyampaikan sambutan dalam sosialisasi dan launching tahapan Pilkada Minahasa, Jumat (15/9) di gedung Wale ne Tou Minahasa Tondano.

Dari sambutan tersebut, secara tidak langsung menunjuk bahwa Minahasa yang akan menggelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018 dan bagian dari hajatan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 merupakan bagian dari pertaruhan besar tersebut.                                                                

“Tahun 2018, bahkan sejak 2017 bukan hanya pemilunya serentak dan banyak jumlahnya tetapi juga melibatkan pemilih terbanyak, melibatkan hampir 70 persen total pemilih di Indonesia. Pemilih Indonesia di Pemilu terakhir berjumlah 192 juta pemilih. Jumlah 70 persen tersebut akan diperebutkan oleh peserta pemilu di tahun 2018. Maka semua akan bertarung, kompetisi akan ketat, KPU akan dilihat apa dia mampu membuktikan sebagai penyelenggara Pemilu yang kredibel atau tidak,” ungkap Arief.

Arief menjelasakan bahwa tahun 2019, Indonesia punya sistem pemilu yang baru, Pileg dan Pilpres akan dilakukan serentak. Lima  kotak suara akan dihitung pada hari yang sama. Kami telah melakukan simulasi di Kabupaten Tangerang, penghitungan akan selesai paling kurang diperkirakan pukul empat pagi dengan jumlah pemilih maksimal 500 orang per TPS.

“Itu pada saat pemilu tanpa konflik, tanpa perdebatan. Bisa nggak kita menajaga energi kita, semangat kita? Sejak jam 7 pagi pemungutan suara sampai jam 1 siang, lalu dilanjutkan dengan  penghitungan suara sampai jam 4 pagi. Ini pertaruhan luar biasa. KPU nyatakan no ! ini hamper mustahil meminta KPPS bekerja hampir 24 jam. Maka KPU mencari solusi agar Pemilu berjalan tertib dan baik. Kita keluarkan formula 300 pemilih per TPS, mudah-mudahan bisa lebih cepat selesainya. Tapi kita masih menunggu apakah DPR dan Pemerintah sebagai pembuat undang-undang mau menyetujui atau tidak. Kementeriaan Keuangan sebagai pengelolah keuangan mau memberi tambahan anggaran atau tidak. Karena dengan formula yang diubah, akan menyebabkan konsekuensi anggarannya bertambah,” ungkapnya.

Arief juga menjelaskan bahwa selain melibatkan jumlah pemilih terbanyak pada tahun 2018, juga akan melibatkan  anggaran terbanyak sepanjang Pemilu Indonesia. Tahun 2018 selain menyelenggarakan Pilkada kita juga akan melaksanakan tahapan Pileg Pilpres sehingga akan ada 23 triliyun yang akan digunakan untuk menyelenggarakan Pilkada, Pileg dan Pilpres. Jadi tahun 2018-2019 itu pertaruhan luar biasa kita sebagai penyelenggara Pemilu.

“Jadi saya berharap, mulai dari Kabupaten Minahasa sebagai pionir demokrasi, pionir penyelenggaraan Pemilu yang demokratis, anda harus buktikan. Mudah-mudahan Pilkada Minahasa kedepan bisa berjalan kredibel, akuntabel, tranparan dan menghasilkan Pemimpin terbaik bagi masyarakat Minahasa,” ungkap Arief. (admin)

 

Berita lainnya

Komentar

Close
Close