MEDIA GATHERING KPU MINAHASA MANTAPKAN LKJPA

MEDIA GATHERING KPU MINAHASA MANTAPKAN LKJPA

Tondano, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, Jumat (27/1) mengumpulkan pimpinan redaksi dan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik maupunonline dalam pertemuan yang dikemas dalam kegiatan Media Gathering. Pertemuan koordinatif yang berlangsung dalam suasana keakraban tersebut digelar di ruang rapat Kantor KPU Minahasa.
 
Ketua KPU Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon menjelaskan tentang pengarusutamaan aspek aksesibilitas penyelenggaraan (pemilihan umum (pemilu) dalam pemberitaan media serta mensosialisasikan pelaksanaan Lomba Karya Jurnalistik Pemilu Akses (LKJPA) yang digelar KPU RI dan AGENDA (General Election Network for Disability Access).
 
"Lomba ini bertujuan untuk mengarusutamakan pemberitaan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemilu akses bagi penyandang disabilitas serta meningkatkan kualitas pemberitaan pemilu akses," jelas Tinangon.
 
Tinangon menjelaskan bahwa LKJPA berlangsung dengan periode lomba 23 September 2016 hingga 10 Maret 2017, dengan batas akhir pengiriman materi lomba 15 Maret 2017.
 
Untuk memantapkan keikutsertaan insan pers di Minahasa, Tinangon juga memberikan pemahaman tentang hak-hak politik penyandang disabilitas serta berbagai hal tentang teknis penyelenggaraan pemilu yang menunjang aksesibilitas.
 
Peserta terlihat antusias dalam mengikuti pertemuan, bahkan memberikan masukan terkait tahapan penyelenggaraan Pemilihan Bupati (Pilbup) Minahasa yang sedang digulirkan persiapannya oleh KPU Minahasa.
 
Alpen Gurinda, wartawan Tribun Manado memberikan masukan terkait pemenuhan kebutuhan informasi hasil pilkada yang cepat. Sedangkan Fernando wartawan media onlineCybersulutnews memberikan masukan terkait peningkatan partisipasi pemilih.
 
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama ikut serta dalam LKJPA serta akan terus membangun hubungan konstruktif dalam mensukseskan tahapan Pilkada Minahasa 2017-2018. (KPU Minahasa @www.kpu.go.id)

Berita lainnya

Komentar

Close
Close